MAKALAHKU: STRUKTUR PENGETAHUAN MANUSIA MENURUT TARAF-TARAF SUBJEK

SELAMAT DATANG DAN SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, July 25, 2017

STRUKTUR PENGETAHUAN MANUSIA MENURUT TARAF-TARAF SUBJEK

Kelompok IV
·         Brojo Hermanto
·         Tut Dukalang
·         Rahmawati Idrus
·         Abdul Rahman Puhi

STRUKTUR PENGETAHUAN MANUSIA MENURUT TARAF-TARAF SUBJEK
Pengetahuan manusia pada umumnya berarti komunikasi dengan kenyataan bersamanya dalam hal ide dan kesadaran. Manusia menerima pengaruh dari lingkungan baik dunia maupun masyarakat, ia memahaminya , dan mengungkapkannya, dan sebaliknya ia memberikan kepadanya . maka pengatahuan manusia itu bersifat dialogal.
Dalam arangka pengetahuan yang sesuai dengan hakekatnya, dalam manusia dapat dibedakan sekurang-kurangnya tiga rangkap pengetahuan, yang berbeda menurut kualitas kemampuannya, tetapi yang pada hakekatnya merupakan kesatuan. Masing-masing mempunyai tekanannya yang khas. Pengetahuan itu ialah: pengetahuan inderawi, pengetahuan naluri, dan pengetahuan rasional, semua segi pengetahuan lain dapat diterangkan dalam hubungan dengan ketiga rangkap itu.
1.                  Pengetahuan inderawi
Pengetahuan inderawi dimiliki manusia melalui inderawi, kemampuan itu diperoleh manusia sebagai makhluk biotik: sebab misalnya bunga dan pohon tidak mempunyainya.tetapi hanya karena ia juga mengandung taraf psikis, seperti pula binatang ia juga mempunyai indera biologis itu. Berkat inderanya ia mengatasi taraf hubungan yang semata-mata fisik-vital dan masuk kedalam medan internasional, walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia pada hal-hal kongkrit-material dalam ketunggalannya, entah real atau semu.;
Pengetahuan inderawai bersifat persial. Itu disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lainnya, berhubungan dengan sifat khas fisiologis indera, dan dengan objek yang dapat ditanyakan sesuai dengannya. Masing-masing indera menangkap aspek yang berbeda mengenai barang atau makhluk yang menjadi objek, yaitu bunyi, atau cerah, atau bentuk dengan keras-lunaknya, atau rasa atau bau. Pengetahuan inderawi berbeda menurut perbedaan indera dan terbatas pada sensibibitas organ-organ tertentu, pendengaran hanya mampupu mengungkap suara, dan hanya dalam sebatas-sebatas frekuensi tertentu sesuai dengan kepekaan indera pendengaran masing-masing orang. Mata peka terhadap cahaya, dan tidak mampui menangkap bau yang tugasnya indera penciuman: dan begitu juga semua indera lainnya, pengetahuan indera hanya terletak pada permukaan  kenyataan, karena terbatas pada hal-hal inderawi secara individual, dan lihat hanya dari segi tertentu saja. Oleh itu secara objektif pengetahuan yang ditangkap oleh satu indera saja, tidak dapat dipandang sebagai pengetahuan yang utuh, ibarat pengetahuan beberapa orang buta yang berbeda pendapat tentang bentuk seekor gajah, karena mereka hanya mengandalkan indera peraba semata-mata, namun pengetahuan inderawi menjadi sangat penting karena bertindak selaku pintu gerbang pertama untuk menuju pengetahuan yang lebih utuh.
2.                  Pengetahuan naluri
Persepsi dan naluri merupakan daya khas yang dimiliki oleh semua makhluk yang memiliki psikhe, dalam rangka mempertahankan hidup dan melangsungkan kehidupannya di alam. Naluri merupakan bagian misteri alam kehidupan, sejauh telah memperlihatkan bayangan kesadaran yang pertama, entah secara kuat atau lemah.
Naluri itu sangat peka pada binatang, dan justru memperlihatkan kelebihannya dibandingkan dengan makhluk hidup lain, naluri binatang itu itu sangat didukung oleh kemampuan fisik binatang tersebut dalam rangka kelangsungan mengadanya. Organ tubuh seekor rusa misalnya telang menyesuaikan dia untuk hidup dipadang rumput , dan organ seekor kera telah mencocokan dia untuk hidup diantara pohon-pohon, meskipun gerak binatang jauh lebih tidak terikat daripada tumbuh-tumbuhan, tetapi sesungguhnya binatang juga makhluk yang hidup dalam simbiose kuat dalam alam. Binatang membutuhkan dan mengharapkan hal-hal sangat tertentu dari alam, seperti lingkungan, makanan, perlindungan, kebersamaan dengan jenisnya, dan mencari secara aktif untuk memperolehnya dan untuk meloloskan diri daari ancaman. Kedudukannya terhadap linhggkungannya bersifat stabil, terikat dan tidak bebas: ia tridak pernah memiliki pilihan hidup. Namun binatang masih memiliki kesamaan terhadap tumbuh-tumbuhan, yakni apabila tempat hidup dan fasilitas pendukungnya dihancurkan, mereka akan punah.
Kendatipun berbeda dan lebih tinggi lagi dengan binatang, manusia secara principal memiliki pengetahuan naluriah. Untuk mempertahankan mengadanya dan kelangsungan hidupnya, baik secara peribadi maupun secara social. Manusia dilengkapi dengan pengetahuan natural-spontan, dan kehendak yang cenderung melakukan hidup yang sesuai dengan pengetahuan itu. Pengetahuan itu misalnya nampak pada persepsi yang disertai emosi-emosi spontan, seperti ketakutan, kemarahan, rasa gembira. Dan segi praktis lalu muncul sebagai keinginan untuk melarikan diri, atau cenderung untuk langsung memukul orang yang mengancam.
Namun nalurinya tidak seutuhnya didukung oelh kemampuan fisik yang tepat sebagaimana pada binatang, dan oleh karena itu tidak pernah ada manusia yang ‘siap jalan’ dalam hubungan dengan alam yang ‘siap pakai’. Namus meskipun keadaan fisik dan biotiknya tidak mencukupi untuk hidup dengan nalurinya semata-mata. Tetapi manusia memiliki kekuatan nonfisik yang secara terpadu mampu membangun alam sesuai kebutuhannya.
3.                  Pengetahuan rasional
Macam pengetahuan lebih tinggi lagi dank has untuk manusia saja, ialah pengetahuan rasional pengetahuan itu dicirikan oleh kesadaran akan sebab musabab suatu keputusan. Ia tak terbatas oelh kepekaan indera tertentu, dan tidak tertuju pada objek tertentu, pengetahuan rasional itu memiliki tiga tingkatan.
a.       Pengetahuan biasa
Saetiap orang memiliki pengetahuan biasa, yakni pengetahuan tanpa usaha khusus. Pengetahuan ini bersifat intuitif-spontan dan tidak seberapa memakai penalaran formal. Pengetahuan itu diperoleh melalui pergaulan normal dengan orang lain dan alam disekitarnya, dan meiliki banyak tingkat; pengertian tentang barang benda biasa, pengertian tanaman dan ternak, dan pengatahuan akan manusia. Mislanya setiap orang dewasa secara spontan mengetahui tentang penyebaban pada peristiwa alamiah, tentang hubungan social, dan tentang pendidikan anak. Diantara pendidikan-pendidikan itu dan tercampur dengannya termuat pengetahuan tentang hal-hal terakhir , seperti hakekat manusia, makna hidup manusia, kematian dan sang pencipta.
b.      Pengetahuan alamiah
Pengetahuan alamiah ialah pengetahuan yang teroganisasi, yaitu dengn system dan berusaha mencari hubungan-hubungan tetap diantaranya gejala-gejala. Pengetahuan ilmiah empiris mengumpulkan gejala-gejala tersebutr dan tetap tinggal dalam garis kawasan horizontal.
Tetapi masih ada pengetahuan ilmiah yang serba lain sifatnya yaitu mengetahuan filosofis. Dengan memakai pula system dan metode, filsafat pemikiran penjelasan terakhir dari gejala-gejala, dan berusaha mempelajari asumsi-asumsi paling dasariah didalamnya, khususnya berusaha memerincikan pengetahuan tentang hal-hal terakhir seperti sudah hidup didalam pengetahuan biasa: hidup dan mati manusia, kebaikan tuhan, pengetahuan ini merupakan lanjutan dari dan refleksi atas objek pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah empiris.
4.                  Pengetahuan intuitif dan imajinatif
Dalam manusia ada pengetahuan yang lain lagi, yang begitu khusus, sehinbgga seakan-akan merupakan suatu macam tersendiri, yaitu pengetahuan intuitif, sebenarnya pengetahuan itu tetap termuat dalam rasionalitas pada umumnya,  tetapi agak dilawankan dengan pengetahuan rasional sejauh itu justru menekannkan sistematikan dan kekuatan metodis. Kedua macam pengertian itu menurut dasar biotiknya secara global tetapi tidak eksklusif dialokasikan dalam dedua belah otak manusia. Lalu sebelah kiri otak manusia  terutama menjadi sumber bagi kemampuan berbahasa, bagi pemahaman perasaan orang lain, bagi kreativitas spontan, bagi fantasi, dan bagi feeling. Bagi perhitungan matematis, bagi logika lurus, bagi lazimnya disebut sebagai kegiatan rasional. Namun pembagian tugas itu tidak ekslusif, sebab selalu juga sebelah lainnya ikut aktif. Pengetahuan imajinatif atau intuitif ini dapat dimanifestasikan dalam empat fungsi.
a.       Kemampuan fantasi bebas
Pengetahuan imajinatif atau intuitif itu merupakan kegiatan mental yang menghasilkan kembali dan menciptakan gambaran-gambaran tanpa danya objek real yang sesuai dengannya. Gam,baran itu dapat dipadukan tanpa arah dan kombinasi yang tak terduga.
b.      Kemampuan imajinasi estetis
Unsur-unsur yang terbentuk oleh permainan fantasi yang disengajamembentuk kombinasi yang harmonis, dan mengungkapkan situasi batin penciptanya dalam bentuk baru, dan mampu menggerakkan pengalaman yang sama pada orang lain. Contoh, kita dapat menangis, terharu apabila kita mendengarkan lagu atau music yang dimainkan; cerita novel dapat menggetarkan hati pembacnya.
c.       Kemampuan fantasi dalam fungsi praktis
Fungsi fantasi dapat menjelaskan dan menyempurnakan penalaran. Pemikiran masal;ah-masalah konkrit seringkali tidak dilaksanakan orang semata-mata dengan perhitungan lurus dan matematis, tetapi juga dengan  fantasi, misalnya seorang dosen bisa menemukan ilistrasi bahan kuliah dengan mengimajinasikan contoh-contoh dan perbandingan-perbandingan.
d.      Kekampuan imajinasi dalam penemuan ilmiah

Imajinasi ikut membentuk bangunan intelektual ilmu pengetahuan dan filsafat, imajinasi itu dapat tiba-tiba membuka pemahaman, tanta ada metodik terarah. 

No comments: